MAKALAH
FAKTOR
YANG MEMPENGARUHI TERHADAP BERLANGSUNGNYA
PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM KELAS
PROSES BELAJAR MENGAJAR DALAM KELAS
Oleh :
RIWANCA
16 11 002
16 11 002
SEKOLAH
TINGGI AGAMA HINDU NEGERI
TAMPUNG
PENYANG (STAHN-TP) PALANGKA RAYA
PASCASARJANA
PRODI MEGISTER PENDIDIKAN AGAMA HINDU
TAHUN
2016
KATA PENGANTAR
Om Swastyastu..
Tabe Salamat Lingu Nalatai Salam
Sujud Karendem Malempang.
Puji dan Syukur kami panjatkan ke Hadirat Ranying
Hatalla/Sang Hyang Widhi Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat Asung Krtha Waranugraha-Nya
lah sehingga dapat terselesainya pembuatan Tugas Makalah yang berjudul “Faktor
yang Mempengaruhi Terhadap Berlangsungnya Proses Belajar Mengajar dalam Kelas” tepat
pada waktunya.
Penulis menyadari
bahwa dalam penulisan Proposal Skripsi ini tentu masih banyak kekurangan,
sehingga masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya saran serta kritik yang dapat
membangun kami. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kami harapkan untuk
penyempurnaan makalah selanjutnya.
Akhir kata, penulis mengucapkan terima kaksih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam penulisan Proposal Skripsi ini dan mohon maaf
atassegala kesalahan serta kekurangannya. Semoga ilmu pengatahuan yang baik
datang dari segala penjuru arah.
Om Santy Santy Santy Om
Sahey ...
Palangka Raya, November 2016
Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Belajar adalah suatu proses yang menimbulkan
terjadinya suatu perubahan atau pembaharuan dalam tingkah laku atau kecakapan.
Sampai dimanakah perubahan itu dapat tercapai atau dengan kata lain, berhasil
baik atau tidaknya belajar itu tergantung kepada bermacam-macam faktor.
Secara
umum faktor-faktor yag mempengaruhi proses hasil belajar dibedakan atas dua
kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal.
Belajar sebagai syarat
mutlak untuk membuat orang pandai dalam semua hal, baik dalam hal ilmu
pengetahuan maupun dalam hal bidang keterampilan atau kecakapan Seorang bayi
misalnya, dia harus belajar berbagai kecakapan terutama sekali kecakapan
motorik seperti belajar menelungkup, duduk, merangkak, berdiri atau berjalan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita melakukan banyak kegiatan yang sebenarnya
merupakan “gejala belajar” dalam arti mustahillah melakukan kegiatan itu kalau
kita tidak belajar terlebih dahulu.
Terdapat bermacam-macam hal yang menyebabkan siswa tidak belajar
seperti siswa yang enggan belajar karena latar belakang keluarga, lingkungan,
maupun situasi dan kondisi di kelas. Ada siswa yang sukar memusatkan perhatian
ketika Guru mengajarkan topik tertentu adapula siswa yang giat belajar karena
dia bercita-cita menjadi seorang ahli. Keadaan tersebut menggambarkan bahwa
pengetahuan tentang masalah-masalah belajar dalam faktor-faktor belajar
merupakan hal yang sangat penting diketahui bagi seorang Guru dan calon Guru.
B.
Rumusan Masalah
Berdasarkan pada latar belakang masalah yang telah
diuraikan, maka rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa
yang dimaksud dengan Proses Belajar Mengajar?
2. Apakah
yang menjadi Faktor Pengaruh terhadap Proses
Belajar Mengajar di dalam Kelas?
C.
Tujuan Dan Manfata Penulisan
1.
Tujuan
Penuisan
Penulisan ini bertujuan untuk untuk memperoleh pengetahuan tentang definisi
mengenai Proses belajar mengajar, kemudian bertujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang definisi mengenai Proses Belajar
Mengajar, dan bertujuan untuk memperoleh
pengetahuan
tentang faktor yang mempengaruhi terhadap berlangsungnya proses belajar
mengajar di kelas.
2.
Manfaat
Penelitian
Secara teoritis penelitian ini
mempunyai manfaat memberikan informasi mengenai pengertian faktor yang
mempengaruhi terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar di kelas. Secara Praktis penulisan ini mempunyai manfaat yaitu dapat digunakan untuk
mengetahui definisi proses belajar mengajar, dapat digunankan untuk mengetahuai
faktor yang mempengaruhi dalam proses
belajar mengajar di kelas.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Proses Belajar mengajar
Proses
belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan
guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi
edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik
antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses
belajar mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar mengajar mempunyai arti
yang lebih luas, tidak sekedar hubungan antara guru dan siswa, tetapi berupa
interaksi edukatif. Dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi
pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri siswa yang sedang
belajar.
Proses belajar mengajar memeiliki makna dan pengertian yang lebih luas daripada pengertian mengajar semata. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya suatu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang.
Proses belajar mengajar memeiliki makna dan pengertian yang lebih luas daripada pengertian mengajar semata. Dalam proses belajar mengajar tersirat adanya suatu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang.
Oleh
karena itu, proses belajar megajar merupakan inti dari proses pendidikan secara
keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Peristiwa belajar
mengajar banyak berakar pada berbagai pandangan dan konsep. Oleh karena itu
perwujudan proses belajar mengajar dapat terjadi dalam berbagai model. Bruce
Joyce dan Marshal Weil mengemukakan 22 model mengajar yang di kelompokan ke
dalam 4 ha, yaitu : Proses informasi, perkembangan pribadi, interaksi sosial
dan modifikasi tingkah laku (Joyce & Weil, Models of Teaching, 1980).
B.
Faktor Mempengaruhi Pelaksanaan Proses Belajar
Mengajar
Sanjaya (2012:21)
menjelaskan terdapat beberapa faktor yang
dapat mempengaruhi kegiatan dalam proses belajar mengajar diantaranya adalah faktor
guru, faktor siswa, faktor sarana, alat dan media yang tersedia, serta faktor
lingkungan. Sementara itu Mulyono (2012:138-143) menyebutkan terdapat tiga
faktor utama dalam keragaman kecakapan dan kepribadian sehingga mempengaruhi
proses belajar mengajar yaitu faktor Herediter
(bawaan lahir), faktor Environment (lingkungan),
dan fator Maturity (kematangan). Adapun
penjelasan mengenali faktor pengaruh terhadap proses belajar mengajar secara
rinci berdasarkan atas pandangan Sanjaya dan Mulyono, yaitu sebagai berikut :
1.
Faktor Guru
Guru adalah komponen yang
berpengaruh dalam suatu proses belajar mengajar, karena bagai manapun
pemanfaatan media dalam proses pembelajaran akan dipengaruhi oleh presepsi guru
itu sendiri tentang hakikat pembelajaran (Sanjaya, 2012:21).
Oleh sebab itu, guru yang mengaggap mengajar
hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berbeda dengan guru yang
menaggap mengajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik
untuk mencapai tujuan pembelajaran. Suryosubroto (2009:2) menjelaskan bahwa belajar mengajar merupakan inti dari kegiatan
pendidikan di sekolah, agar tujuan pendidikan dan pengajaran berjalan dengan benar maka perlu
pengatministrasian kegiatan belajar mengajar oleh guru, sehingga guru mempunyai
peran dan pengaruh dalam proses belajar mengajar.
Selain mempunyai peran dan
pengaruh dalam proses belajar mengajar, guru juga merupakan salah satu status sosial
yang ada dalam masyarakat. Seperti yang dijelaskan oleh Sudarman (2013:7) bahwa guru adalah bagian penting dalam
struktur masyarakat, abik dalam lembaga pendidik, maasyarakat pada umumnya,
maupun dalam struktur kenegaraan.
Sebagai suatu agen perubahan,
guru berperan sebagai pendidik. Menurut Sudarman (2013:7) guru sebagai pendidik
maksudnya adalah posisi sosial guru
benar-benar hanya berada dalam ruang ukuran 8x8 m, hanya di ruang kelas itulah
guru berperan. Dalam ruang kelas guru memberikan petuah dan ajaranya mengenai
berbagaai hal, beraitan dengan mata pelajaran yang di ampuhnya kepada peserta
didik. Adapun tugas guru sebagai pendidik dalam proses belajar mengajar seperti
yang dijelaskan juga oleh Suryosubroto (2009:3) dalam Rifai (1989:139) meliputi
tugas Paedagogis dan tugas administrasi, yaitu :
Tugas paedagogis adalah tugas membantu, membimbing, dan
memimpin, dalam situasi pengajaran, guru lah yang memimpin dan bertanggung
jawab penuh atas kepemimpinan yang dilakukanya itu, ia tidak melakukan intruksi-intruksi
dan tidak berdiri pada intruksi manusia lain kecuali dirinya sendiri, setelah
masuk dalam kelas.
Jadi, setelah masuk dalam kelas
tugas guru adalah sebagai pemimpn dan bukan semata-mata mengontrol atau
mengkritik dan untuk dapat mampu melaksanakan tugasnya sebagai pengajar dengan
baik, Suryosubroto (2009:3) menjelaskan bahwa guru harus memiliki kemampuan
profesional yaitu memenuhi 10 kopetensi yang meliputi :
a) Menguasai
bahan, meliputi : menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah,
menguasai bahan pengayaan/penunjang bidang studi.
b)
Mengelola
program belaajar mengajar, meliputi : merumuskan tujuan instruksional, mengenal
dan dapat menggunakan prosedur intruksional yang tepat, mengenakan program
belajar mengajar, mengenal kemampuan anak didik.
c) Mengelola
kelas, meliputi : mengatur tata ruang kelas untuk belajar, menciptakan iklim
belajar yang serasi.
d) Mengenakan
media dan sumber, meliputi : membuat alat bantu belajar sederhana, menggunakan
perpustakaan dalam proses belajar mengajar.
e)
Menguasai
landasan-landasan pendidikan.
f)
Mengelola
interaksi-interaksi belajar mengajar.
g)
Menilai
prestasi siswa untuk kepentingan pendidikan.
h)
Mengenal
fungsi bimbingan dan penyuluhan di sekolah, meliputi : mengenal fungsi dan
layanan program bimbingan dan penyuluhan, menyelenggarakan laayanan bimbingan
dan penyuluhan.
i)
Mengenal
dan menyelenggarakan administrasi sekolah.
j) Memahami
prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil penelitian pendidikan untuk keperluan
pengajaran.
Kopetensi profesional guru
tersebut diatas merupakan profil kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh
seorang guru, kompetesi tersebut diats dikembangkan berdasarkan pada analisis
tugas-tugas yang harus dilakukan oleh guru. Oleh karena itu, ke-sepuluh
komponen tersebut secara operasional mencerminkan fungsi dan peran guru dalam
membelajarkan anak didik yang mempengaruhi proses belajar megajar di sekolah.
2.
Faktor Siswa
Hamalik (2010:99) menjelaskan
bahwa siswa adalah salah satu komponen dalam proses belajar mengajar, di
samping faktor guru, tujuan, dan metode pengajaran. Sebagai salah satu komponen
dalam belajar mengajar, maka siswa adalah komponen yag terpenting diantara
kompnen lainya, karena siswa merupakan unsur penentu dalam proses belajar
mengajar. Oleh karena itu, tanpa adanya siswa sesungguhnya tidak akan terjadi
proses belajar mengajar.
Siswa merupakan salah satu
faktor yang mempengaruhi proses belajar mengar di sekolah, oleh sebab itu
seoranguru harus mampu memahami siswa yang memiliki kecakapan dan kepribadian
yang berbeda dalam interaksi belajar mengajar dalam kelas, hal ini di pengaruhi
oleh 3 faktor seperti yang dijelaskan oleh Mulyono (2012:138-143) yaitu :
a) Herediter, yaiu pembawaan sejak lahir atau
berdasarkan keturunan yang bersifat kodrati, seperti : struktur fisik,
kecekapan potensial (bakat dan kecerdasan).
b) Environment, yaitu penengaruh tempat tinggal
individu itu berada dan berinteraksi, baik lingkungan fisik maupun lingkungan
sosio-pisikologis, termasuk didalamnya adalah belajar.adapun pengaruh
kingkungan memiliki peran penting bagi individu, sebagai berikut :
1). Alat
untuk kepentigan dan kelangsungan hidup individu dan menjadi alat pergaulan
sosial individu.
2). Tantangan
bagi individu untuk dapat menundukanya.
3). Sesuatu
yang diikuti oleh individu menentukan watak dan karakternya.
4). Objek
penyesuaian diri bagi individu.
c) Maturity, yaitu kematangan yang mengacu
pada tahap-tahap atau fase-fase perkembangan yang dijalani oleh individu.
Kematangan pada awalnya merupakan hasil dari adanya perubahan perubahan
tertentu dan penyesuaiaan struktural pada diri individu, seperti halnya
kematangan jaringan-jaringan tubuh, otak, otak, syaraf, dan kelenjar.
Kematangan terjadi pula pada aspek-aspek psikis, seperti : kemampuan berfikir,
emosi, sosial, moral, dan kepribadian, religius. Kematangan aspek pisikis ini
dipengaruhi oleh adanya latihan dan belajar tertentu.
Seorang guru dituntut untuk
mampu memahami perbedaan yang ada pada setiap individu, dengan memahami
perbedaan-perbedaan yang ada pada setiap individu-individu tersebut, guru akan
dapat memilih strategi dan metode pengajaran yang tepat dan teknik terbaik dalam
melakukan kegiatan pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar akan lancar
terkendalai.
3.
Faktor Sarana dan Prasarana
Sanjaya (2012:22-23) Sarana dan
Prasarana adalah sesuaru yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran
proses belajar, misalnya : media pembelajaran, alat-alat pembelajaran,
perlengkapan sekolah dan lainyasebagainya. Sedangkan prasarana adalah segala
sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses belajar
mengajar.
Dengan demikian, kelengkapan
sarana dan prasarana dalam sekolah akan membantu guru dan siswa dalam
penyelenggaraan proses belajar mengajar. Maka oleh sebab itu, sarana dan
prasarana juga merupakan komponen penting yang dapat mempengaruhi
keberlangsungan belajar mengajar.
Suryosubroto (2009:305) proses
belajar mengajar di sekolah akan berjalan dengan lancar apabila ditunjang
dengan sarana dan prasarana yang memadai, baik jumblah, kadaan, maupun
kelangkapanya. Jumblah yang dimaksud adalah keberadaan banyak atau sedikitnya
sarana yang dimiki. Sanjaya (2012:23) menjelaskan terdapat beberapa keuntungan
dari sekolah yang memiliki kelengkapan sarana dan prasarana. Pertama, kelengkapan sarana dan
prasarana dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru dalam mengajar. Mengajar
dapat dilihat dari dua dimensi, yaitu sebagai proses penyampiaan materi
pelajaran dan sebagai proses pengaturan lingkungan yang dapat merangsang siswa
untuk belajar. Apabila belajar dipandang sebagai penyampaiaan materi, maka akan
dibutuhkan sarana pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pesan
secara aktif dan efisien. Kedua, kelengkapan
sarana dan prasarana dapat memberikan berbagai pilihan kepada siswa untuk
belajar, karena setiap siswa pada dasarnya memiliki gaya beajar yang berbeda. Maka
oleh sebab itu, sarana dan prasarana juga merupakan komponen penting yang dapat
mempengaruhi proses belajar mengajar.
4.
Faktor Lingkungan
Sanjaya (2012:24) membedakan
faktor lingkungan yang mempengaruhi proses pembelajaran dari sudut pandang dimensi
ligkungan belajar, yaitu faktor organisasi kelas, dan faktor iklim
sosio-pisikologi. Faktor organisasi kelas meliputi jumblah siswa dalam satu
kelas merupakan aspek penting yang dapat mempengaruhi proses belajar mengajar. Menurut
Sanjaya (2012:25) Organisasi kelas yang terlalu besar tidak akan efektif untuk
mencapai tujuan belajar. Kelompok belajar yang terlalu besar dalam suatu kelas
akan berkecendrungan :
a) Sumber
daya kelompok akan bertambah luas sesuai dengan jumblah siswa sehingga waktu
yang tersedia akan semakin sempit.
b) Kelompok
belajar akan kurang mampu memanfaatkan dan menggunakan semua sumber daya yang
ada, misalnya : jumblah siswa yang terlalu banyak akan memakan waktu yang
terlalu banyak pula, sehingga sumbangan pemikiran akan sulit didapatkan dari
siswa.
c)
Kepuasan
belajar setiap siswa akan cendrung menurun, hal ini disebabkan karena kelompok
belajar terlalu banyak sehingga mendapatkan pelayanan yang terbatas untuk
setiap individu dari guru, dengan kata lain perhatian guru akan semakin pecah.
d) Anggota
kelompok yang terlalu baanyakakan cendrung semakin banyak siswa yang enggan
berpartisifasi aktif dalam setiap kegiatan kelompok.
Meperhatikan beberapa
kecendrungan tersebut diatas dilihat dari faktor organisasi kelas, maka jumblah
anggota kelompok yaang besar kurang menguntungkan dalam proses belajar
mengajar. Selanjutnya adalah Faktor iklim sosio-psikologis merupakan faktor
hubungan keharmonisan atau tidak harmonis antar orang yang terlibat dalam
proses pembelajaran. Iklim sosial ini dapat pula terjadi secara internal dan
eksternal. Iklim sosial-psikologis secara intrnal adalah hubungan antar orang
yang terlibat dalam lingkungan sekolah, misalnya iklim sosial antar siswa
dengan siswa, antar siswa dengaan guru, antar guru dengan guru, bahkan antar
guru dengan kepala sekolah. Iklim sosio-psikologis eksternal adalah
keharmonisan hubungan antar pihak sekolahdengan dunia luar, misalnya hubungan
sekolah dengan orang tua siswa, hubungan sekolah dengan lembahga-lembaga
masyarakat dan yaang lainya.
Faktor
lingkungan yang berpengaruh pada proses belajar mengajar siswa pada dasarnya
dibagi menjadi :
a) Lingkungan Keluarga, peran keluarga dalam
pendidikan anak sangatlah penting, mengingat keluarga adalah tempat pendidikan
yang pertama dalam membentuk individu sangat besar.
b) Lingkungan Sekolah, Sekolah yang
mempunyai gedung belajar yang memadai, cukup memiliki alat-alat perlengkapan
belajar ditambah dengan kecakapan guru dalam menggunakan alat-alat tersebut
akan mempermudah belajar siswa.
c) Lingkungan Masyarakat, Norma-norma sosial budaya
yang berpengaruh dalam masyarakat tersebut merupakan aturan yang ditularkan
oleh generasi tua kepada generasi muda yang bisa disebut dengan proses
pendidikan masyarakat, sehingga mempengaruhi sikap dan prilaku siswa dalam
interaksinya dalam kelas.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Proses belajar mengajar
merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa
atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk
mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan
siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar.
Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kegiatan
dalam proses belajar mengajar diantaranya, yaitu :
1.
faktor
guru
2.
faktor
siswa
3.
faktor
sarana dan prasarana, dan
4.
faktor
lingkungan.
Mulyono (2012:138-143) menyebutkan terdapat tiga faktor
utama dalam keragaman kecakapan dan kepribadian sehingga mempengaruhi proses
belajar mengajar, yaitu :
1.
faktor
Herediter (bawaan lahir),
2.
faktor
Environment (lingkungan), dan
3.
fator
Maturity (kematangan).
DAFTAR PUSTAKA
Suryosubroto, B. 2009. Proses Belajar Mengajar di Sekolah.
Jakarta : Rineka Cipta
Sanjaya, wina. 2012. Media Komunnikasi Pembelajaran. Jakarta
: Kencana Prenada media Group
Mulyono. 2012. Strategi Pembelajaran Menuju Efektivitas
Pembelajaran di Abat Global. Malang : UIN-MALIKI PRESS
Hamalik,Oemar. 2010. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi
Aksara
Sudarman, Momon. 2013. Profesi Guru, Dipuji, Dikritis, dan Dicaci.
Jakarta : Raja Grafindo Persada
https://inspirasibelajar.wordpress.com/2011/03/19/pengertian-proses-belajar-mengajar/
